: UIN Jakarta Layak Masuk Nominasi 10 Universitas World Class Februari 3, 2006
Posted by aniq in UIN Online.add a comment
Aula Madya, UINJKT Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempunyai modal untuk masuk universitas world class. Demikian disampaikan mantan Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. Drs. A. Malik Fadjar, MSc dalam Workshop Seputar Penetapan Sepuluh Perguruan Tinggi “World Class” di Indonesia, yang diselenggarakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Aula Madya, Kamis, (2/2). Menurut Malik, berdasarkan SK. Dirjen Dikti No 57/Dikti/Kep/2005: perihal pembentukan Tim Gugus Tugas penetapan sepuluh perguruan tinggi world class di Indonesia, salah satu tugasnya adalah menginvetarisir dan menyeleksi perguruan tinggi/program studi (PTN dan PTS) untuk dipilih. Malik menambahkan, beberapa kriteria untuk menjadi perguruan tinggi world class adalah, minimal mendapatkan pengakuan internasional dan mempunyai planning program untuk bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, serta memenuhi syarat program studi yang ditentukan. “Nah, saya melihat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta punya peluang besar untuk masuk dalam nominasi 10 Universitas World Class, karena memiliki program Islamic studies yang bagus, dan tidak dimiliki universitas negeri lainnya,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini. Workshop ini diikuti Rektor UIN Jakarta,
Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, pimpinan fakultas, dan para ketua program studi, serta para kepala lembaga
Registrasi Mahasiswa UIN Jakarta Lebih Tertib Februari 3, 2006
Posted by aniq in UIN Online.8 comments
Gedung Akademik, UINJKT Online – Registrasi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berlangsung dengan tertib. Antrian panjang untuk daftar ulang membanjiri gedung Akademik Pusat. Mahasiswa rela berdiri antri sepanjang 9 meter.
Suasana itu terjadi pada hari ke-2 pendaftaran ulang semester genap Tahun Akademik 2006 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah berlangsung sejak Rabu, (1/2).
Menurut Kepala Bagian Akademik Pusat, Rasmadi, antrian panjang itu tidak akan terjadi jika mahasiswa menggunakan proses autodebet dalam daftar ulang. Untuk mengantisipasi panjangnya antrian, jelas Rasmadi, seharusnya pihak pelayanan bank menambah personilnya minimal 6 orang agar bisa lebih cepat dalam memberikan pelayanannya.
Rasmadi menambahkan, selama mahasiswa masih banyak yang menggunakan manual dalam daftar ulang, diharapkan ada penambahan konter dari pihak bank. Namun, Rasmadi mengakui, daftar ulang sekarang sudah banyak kemajuan, salah satunya menerapkan pola baru yang lebih tertib dari biasanya.
Seperti dijelaskan Rasmadi kepada UINJKT Online (18/1), daftar ulang pola baru itu adalah mahasiswa harus antri di loket 1, sesuai dengan jadwal setiap fakultas dengan menunjukkan nomor pokok dan nama. Setelah itu, mahasiswa antri lagi di loket 2 untuk menunggu panggilan pihak bank; baru kemudian menyerahkan lampiran fotokopi bukti pembayaran dan KRS di loket 3. Adapun daftar ulang pola lama, mahasiswa berdesak-desakan kurang teratur, karena berusaha saling mendahului.
Di tempat terpisah, Abdul Aziz, mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang juga ikut antri, mengatakan dengan pola baru seperti ini keunggulannya lebih tertib jika dibandingkan sebelumnya, tapi dirasakan masih lambat karena terlalu banyak mahasiswa mengantri.
“Saya saja dari pukul 30 tadi ngantri dapat nomer 286. Entah sampai pukul berapa saya dipanggil,” ujarnya. Sedangkan Samsudin, salah satu satpam yang UINJKT Online temui saat menjaga ketertiban antrian, mengatakan sepakat jika pola seperti ini diterapkan, selain lebih tertib dan tidak repot penjagaannya, juga diharapkan nomer antrean untuk pembayaran seharusnya ditambah agar mahasiswa tidak lama menunggu


