Peran Perempuan di Masa Revolusi Maret 28, 2006
Posted by aniq in UIN Online.trackback
Ruang Teater FUF, UINJKT Online — Peran Perempuan bukan hanya di era Kartini (masa kebangkitan nasional) tapi juga pada masa revolusi perjuangan RI tahun 1945.
Demikian disampaikan Hj.Nidalia Djohansah Makki, DPR RI Komisi II, dalam pelatihan gender “Langkah Awal Menuju Masyarakat Egaliter”, yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (BEM-PPI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di ruang teater Lt. 4 Selasa, (28/3).
Menurut Nidalia, Islam juga juga menekankan konsep kesetaraan yang dipraktikkan pada awal Nabi Muhammad Saw. Sejarah mencatat bahwa majlis ta’lim untuk perempuan pada masa Nabi telah ada dengan alasan kebutuhan sahabiyat akan ilmu agama sebagaimana sahabat laki-laki.
Nidalia menambahkan, selain gender dikenal pada masa awal Islam pada masa pergerakan nasional di Indonesia juga telah diperaktekkan misalnya, pemberdayaan perempuan di bidang politik dengan hadirnya kebijakan Undang-undang nomor 12 Tahun 2003 Pasal. 65 Ayat 1, yang menganjurkan partai politik mencalonkan 30% perempuan sebagai anggota DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di daerah-daerah pemilihan. Meskipun, lanjut Nidalia, “30% keterwakilan perempuan itu sesungguhnya hanyalah pembodohan belaka, karena toh perempuan-perempuan hanyalah diberikan nomer sepatu yang Cuma menguntungkan nomer yang atas” ujarnya.
Pada sesi kedua dari pelatihan gender ini di isi oleh Euis Amalia MAg, anggota PSW UIN Jakarta dengan materi feminisme.



Komentar»
No comments yet — be the first.