Wudhu Sebagai Relaksasi Jasmani dan Rohani Maret 24, 2006
Posted by aniq in UIN Online.3 comments
Studio TPI, UINJKT Online – Berwudhu tidak hanya untuk membersihkan anggota tubuh dari berbagai kotoran dan debu yang menempel, namun sebagai relaksasi jasmani dan rohani sebelum shalat. Demikian diungkapkan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Faizah Sibro Malisi, MA, dalam Ta’lim; Tanya Jawab Masalah Islam, di Radio Dangdut Televisi Pendidikan Indonesia (RD TPI), Jumat (24/3) Menurut Faizah, wudhu dapat menjadi sarana relaksasi jasmani dan rohani sebelum menjalankan salat. Selain itu, wudhu juga mempengaruhi kesempurnaan salat. Untuk itu, dalam wudhu jangan sampai melewatkan niat. Karena niat yang membedakan antara basuh muka dengan wudhu. Faizah menambahkan, air tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup, tetapi juga mengandung banyak hikmah saat dipergunakan untuk berwudhu. Menurut ilmu kedokteran, lanjut Faizah, air mempunyai wujud yang sangat lembut dan halus. Sehingga mampu digunakan sebagai terapi kesehatan, sekaligus obat mujarab untuk berbagai penyakit. Seperti menurunkan panas, pengobat stres dan pereda emosi yang tak tertahankan. Menurut Faizah, wudhu juga merupakan proses pembersihan jiwa, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulallah, “Orang yang selalu mengingat Allah saat berwudhu, maka Allah akan membuat seluruh anggota tubuhnya suci dan bersih dari segala penyakit.” “Seperti misalnya saat kita cuci tangan sebelum membasuh muka. Tanpa sengaja kita mengaktifkan syaraf-syaraf tangan kita yang tegang. Belum lagi berkumur sampai membasuh kaki. Semua itu banyak hikmah dan manfaatnya,” ujarnya
Pertamina Resah dengan Dibukanya Bisnis BBM Maret 16, 2006
Posted by aniq in UIN Online.add a comment
Gedung Teater FDK, UINJKT Online — Pertamina mengalami kekhawatiran bakal terpinggirkan semenjak dibukanya bisnis BBM
Demikian disampaikan Ir Hari Krismis dalam diskusi publik “Bisnis BBM di Era Pasar Bebas”, yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan komunikasih (BEM-FDK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Gedung Teater Lt.6, Kamis, (16/3).
Menurut Krismis, kegelisahan Pertamina ini wajar karena selama ini hidup dari kekuasaan tunggal. Namun kini harus bersaing untuk tetap survive dalam bisnis BBM di era pasar bebas yang telah dimulai November 2005 lalu, sesuai Undang-undang No.22/2001.
Krismis menambahkan, untuk meningkatkan daya saing kita dengan para pebisnis luar negeri, Pertamina harus berani menunjukan nilai tambah dan kekuatannya sehingga bisa memenangkan tender.
Sementara Arulan Hatta, yang juga sebagai pembicara diskusi publik, ini mengatakan, Pertamina tidak perlu terlalu khawatir. Karena pengertian pasar bebas di sini tidaklah pasar bebas yang sebebas-bebasnya.
Artinya, lanjut Hatta, pemain asing masih kecil kemungkinan ikut andil dalam persaingan, karena pemain Indonesia masih mendominasi dalam persaingan pasar bebas ini.
“Statemen yang mengatakan, harga BBM sengaja dinaikkan pemerintah agar pemain asing bisa masuk, itu kurang tepat. Buktinya di Malaysia, BBM yang masih disubsidi pemerintah nyatanya pihak asing masih juga bisa masuk bersaing. Sedangkan di Indonesia, BBM yang bisa dibisniskan adalah BBM yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah,” jelasnya
Mahasiswa UIN Jakarta Gemar Donorkan Darah Maret 16, 2006
Posted by aniq in UIN Online.add a comment
Student
Center, UINJKT Online — Sampai Kamis (16/3), mahasiswa yang mendaftarkan diri sebagai pendonor sudah mencapai 200 lebih.
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana, Enjang Fahruroji, yang Divisi Bankessos dalam acara “Aku Cinta Donor Darah”, yang diselenggarakan Korp Sukarela-Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UIN Syarif Hidayatullah, yang berlangsung di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,.
Menurut Enjang, membludaknya peserta yang mau ikut donor darah kali ini dikarenakan mahasiswa mempunyai kecenderungan gemar mendonorkan darahnya. Hal itu terlihat dari frekuensi pendonor pada bulan November yang lalu mencapai 75 kantong. Kali ini diperkirakan meludak sampai 200 kantong lebih.
Enjang menambahkan, adanya 75 kantong pada November tahun lalu bukan karena minimnya pendonor yang mendaftar, namun keterbatasan kantong yang disediakan pihak PMI Salemba Pusat. Sehingga banyak para mahasiswa yang tidak sempat menyalurkan niat mulianya.
Menurut Enjang, acara ini merupakan program Divisi Bankessos PMI UIN Jakarta yang diadakan setiap tiga bulan sekali. Untuk gelombang kedua ini, pihak KSR PMI UIN Jakarta bekerjasama dengan PMI Unit Transfusi Darah Cabang Kabupaten Tangerang.
Di tempat terpisah, mahasiswa semester 4, Fakultas Psikologi, Lidia, mengatakan ketertarikannya untuk mendonorkan darahnya, karena rasa empati dan prihatin ketika melihat persediaan darah di rumah sakit habis. Sehingga menghambat pasien yang hendak dioperasi.
“Ini pertama kali saya lakukan. Saya ingin menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat,”ujarnya sembari minum vitamin yang diberikan dokter


