jump to navigation

Mengkaji Ulang Hadis-hadis Misoginis November 30, 2005

Posted by aniq in UIN Online.
add a comment

Aula Madya, UIN Online — Keberadaan hadis-hadis Nabi Muhammad yang terkesan misoginis dan dipahami misoginis akan bertambah kuat kemisigonisannya, ketika hadis tersebut dikomentari dan diberi penjelasan misoginis.

Demikian dijelaskan Ahmad Fudhaili dalam seminar dan bedah buku Perempuan di Lembaga Suci: Kritik atas Hadis-hadis Shahih, dengan tema “Mengkaji Ulang Hadis-hadis Misoginis dalam Perspektif Kesetaraan Gender”  di Aula Madya Lt 1, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (30/11).

Menurut penulisnya, Ahmad Fudhaili, kritik hadis bukan berarti menolak atau membatalkan hadis, tapi menempatkan hadis dengan cara memahaminya dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut Ahmad Fudhaili dalam bukunya menjelaskan, permasalahan hadis shaih yang berkaitan dengan perempuan menjadi perhatian serius di kalangan intelektual Muslim kontemporer. Sebab, beberapa hadis dinilai “misoginis” dan mendiskreditkan kedudukan perempuan.

Selain Ahmad Fudhaili, pembicara lainnya adalah Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, dosen Universitas Islam Jakarta dan Noeryamin Aini, MA, Peneliti Research Asociation.

Ahmad Lutfi Fathullah menyatakan, kehadiran buku-buku yang mengkritisi hadis sudah sepatutnya disambut baik. Hanya saja, kritik itu harus dilakukan pada tahapan pemilihan dan penilaian. Bukan pada tahap pasca penilaian. “Apalagi jika kritik tersebut ditujukan kepada hadis-hadis yang sahih dan lebih-lebih dilakukan dengan cara yang vulgar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar dan Bedah Buku, Achmad Fadlus Sani, menjelaskan, seminar ini perlu diadakan, karena adanya keresahan dalam melihat kesimpangsiuran dalam memahami hadis hanya dari satu sisi. Untuk itu, tujuan seminar dan bedah buku di antaranya untuk meluruskan kesalahpamahan dalam memahami dan menginterpretasi suatu hadis

Perlu Peningkatan Profesionalitas Dosen November 24, 2005

Posted by aniq in UIN Online.
3 comments

Gedung FDK, UIN Online – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Canadian International Development Agency (CIDA)/McGill Project selama dua hari,  Rabu-Kamis (23-24/11), menyelenggarakan Workshop “Profesional Development Coordination” di Gedung Teater FDK Lt. 2.

Workshop ini diikuti 30 orang dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan alumni McGill University. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Drs.Daud Efendi, AM, workshop ini untuk meningkatkan profesionalitas dosen dalam proses belajar mengajar. Peserta workshop diutamakan alumni scholarship dari McGill University. Meraka adalah penerima beasiswa McGill University, yang hingga kini berjumlah 13 orang.

Selain dari alumni McGill University, Duad menjelaskan, sebagian dari peserta yang hadir adalah tenaga pengajar FDK. Mereka merupakan dosen baru dan telah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Golongan III, atau asisten dosen.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA, yang menjadi narasumber dalam workshop hari kedua, menjelaskan, bahwa, “Belajar masih sering dipahami sebagai sebuah proses perubahan tingkah laku yang merupakan hasil interaksi siswa atau mahasiswa dengan sumber belajar. Cara pandangan tersebut kini sudah mulai dikritik, karena kurang memberi ruang pada siswa untuk melakukan perubahan atas karsanya sendiri.”  

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini menyampaikan bahwa belajar harus diartikan sebagai sebuah proses mengubah perilaku siswa atau mahasiswa oleh dirinya sendiri melalui kontak dengan sumber belajar, baik dosen, buku, paper, tutor sebaya atau sumber-sumber belajar lainnya. Dengan demikian, siswa atau mahasiswa tidak bisa dibatasi pengetahuannya sesuai dengan desain guru atau dosennya. Mereka bisa melakukan eksplorasi dengan dirinya sendiri.

Selain Dede, pembicara lainnya adalah Dra. Fadhilah Suralaga, Dra. Zahrotun Nihayah, M. Psi, dan Drs. Ahmad Sopyan, M.Pd.

Materi-materi yang disampaikan, menurut Daud, dianggap sesuai dengan tujuan diadakannya workshop tersebut. Seperti disampaikan Daud, selain memberikan keterampilan profesionalitas, workshop ini juga untuk menjawab bagaimana mengajar yang baik dengan metode yang tepat. Juga menciptakan SDM dosen untuk dioptimalkan dalam proyek kesejahteraan sosial yang menjadi konsentrasi FDK sekarang ini.

Ini tulisanku pertama kalinya. Tentu saja masih acak adut, karena lagi tahap belajar.