jump to navigation

Peran Perempuan yang Masih Diperselisihkan Desember 22, 2005

Posted by aniq in UIN Online.
trackback

Ruang Teater FUF, UIN Online – Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Prof. Dr. Amsal Bakhtiar MA, berharap agar kaum perempuan bisa tergugah dan eksis tidak hanya di wilayah domestik tapi juga di wilayah publik.

 

Harapan itu disampaikan Amsal dalam sambutannya ketika membuka Launching dan Bedah Buku “Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan”, yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (BEMJ-PPI), FUF, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Ruang Teater lt 4 (FUF), Kamis, (22/12). Diskusi itu dimaksudkan untuk menyambut peritangan Hari Ibu.

 

Sebagai pembicara tunggal, aktifis Kapal Perempuan, Neng Dara Afifah, mengatakan bahwa, pelajaran yang bisa dipetik dari buku novel “Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan”, karya Ihsan Abdul Quddus, ini adalah, kesuksesan dalam mengembangkan dirinya bagi perempuan adalah hak sebagaimana laki-laki.

Dara juga menambahkan hak yang telah diperjuangkan oleh perempuan dengan susah payah itu sering tersandung oleh orang yang paling dekat dengan dirinya, yakni pasangannya sendiri seperti suami atau pacarnya.

 

“Dari sinilah perlunya belajar bagi kaum laki-laki, yaitu belajar untuk menurunkan egonya dengan mengakui bahwa, jika perempuan memiliki kualitas lebih darinya, maka ia harus rela memberi kesempatan untuk tampil maju” ujar alumni Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin IAIN (kini UIN)
Jakarta

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: