jump to navigation

Menyambut Kematian dengan Senyum Desember 23, 2005

Posted by aniq in Uncategorized.
trackback

Aula Madya, UIN Online – Setiap orang berusaha menghindari semua jalan yang  mendekatkan ke pintu kematian. Jiwa seseorang selalu mendambakan dan membayangkan keabadian.

 

Demikian disampaikan Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Komarudin Hidayat, MA dalam Bedah Buku Psikologi Kematian dengan tema “Mengubah Ketakutan Menjadi Optimis” yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (BEM-FUF) UIN Jakarta, di Aula Madya lt 1, Jumat, (23/12).

 


Lima menit yang lalu ketika kita mengambil, membuka, dan membaca buku ini jauh lebih panjang jaraknya ketimbang kematian yang senantiasa mendekat. Karena yang lalu telah berlalu dan tidak bisa dipanggil kembali, sementara kematian sudah pasti setiap saat kian mendekat dan tidak bisa dihentikan atau disuruh berbalik arah,” papar Komar yang juga penulis buku tersebut.

 

Komar juga menambahkan bahwa sikap yang terbaik dalam menyambut kematian adalah bersiap diri, sebagaimana seseorang mempunyai pengalaman bersiap-siap dan bahkan menunggu datangnya hari wisuda atau peristiwa lain yang diyakini pasti, padahal tingkat kepastiannya tidak sebanding dengan datangnya peristiwa kematian.

 

Sedangkan psikolog Islam, Dr. Abdul Mujib, MA yang juga salah satu pembicara di bedah buku ini, mengatakan bahwa buku karya Komarudin Hidayat ini bisa dipakai sebagai terapi psikolog yang umumnya selama ini orang telah mensugesti dirinya dengan sejuta ketakutan ketika menghadapi kematian.

“Jangan sampai salah paham seperti sekelompok yang menamakan dirinya pembela agama tapi punya prinsip yang seakan takut hidup berani mati” ujar dosen Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Komentar»

1. saqa - September 7, 2007

sayang ayatnya cuma artinya saja, nggak ada bahasa arabnya
saya memang orang awam jadi lebih tau hakekat kehidupan, buku anda hampir sama dengan sakaratul maut

2. bandot bisowarno - Januari 25, 2009

Menurut saya, jalan pemikiran Pak komar sudah mengena, dan perlu disosialisasikan secara efektif. kematian merupakan kehidupan untuk fungsi yang lain, hakekat kehidupan yang universal tampak pada sejauh mana setiap orang mampu memahaminya…!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: