jump to navigation

Pertamina Resah dengan Dibukanya Bisnis BBM Maret 16, 2006

Posted by aniq in UIN Online.
trackback

Gedung Teater FDK, UINJKT Online Pertamina mengalami kekhawatiran bakal terpinggirkan semenjak dibukanya bisnis BBM  

Demikian disampaikan Ir Hari Krismis dalam diskusi publik “Bisnis BBM di Era Pasar Bebas”, yang diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan komunikasih (BEM-FDK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Gedung Teater Lt.6, Kamis, (16/3).  

Menurut Krismis, kegelisahan Pertamina ini wajar karena selama ini hidup dari kekuasaan tunggal. Namun kini harus bersaing untuk tetap survive dalam bisnis BBM di era pasar bebas yang telah dimulai November 2005 lalu, sesuai Undang-undang No.22/2001.  

Krismis menambahkan, untuk meningkatkan daya saing kita dengan para pebisnis luar negeri, Pertamina harus berani menunjukan nilai tambah dan kekuatannya sehingga bisa memenangkan tender.  

Sementara Arulan Hatta, yang juga sebagai pembicara diskusi publik, ini mengatakan, Pertamina tidak perlu terlalu khawatir. Karena pengertian pasar bebas di sini tidaklah pasar bebas yang sebebas-bebasnya.  

Artinya, lanjut Hatta, pemain asing masih kecil kemungkinan ikut andil dalam persaingan, karena pemain Indonesia masih mendominasi dalam persaingan pasar bebas ini.  

“Statemen yang mengatakan, harga BBM sengaja dinaikkan pemerintah agar pemain asing bisa masuk, itu kurang tepat. Buktinya di Malaysia, BBM yang masih disubsidi pemerintah nyatanya pihak asing masih juga bisa masuk bersaing. Sedangkan di Indonesia, BBM yang bisa dibisniskan adalah BBM yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah,” jelasnya

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: