jump to navigation

Perguruan Tinggi Islam Kaji Hegemoni Kristen-Barat April 20, 2006

Posted by aniq in UIN Online.
trackback

Student Center,UINJKT Online — Karya Adian Husaini, Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi yang kini telah beredar di pasar menggambarkan pemikiran Kristen-Barat telah berkembang dalam studi Islam di berbagai Perguruan Tinggi Islam.  

Demikian disampaikan Direktur Ekskusif INSISTS, Adnin Armas, MA, dalam Bedah Buku dan Dialog Interaktif Hegemoni Kristen-Barat, dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi, karya Adian Husaini, yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (BEMJ PPI) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Student Center, Kamis (20/4).  

Sebelum memaparkan persoalan tersebut lebih dalam Armas menjelaskan bahwa buku Hegemoni Kristen-Barat ini menguraikan peran al-Ghazali dalam keilmuan sekaligus bermaksud untuk menunjukkan bagaimana kajian keilmuan tidak kalah pentingnya dengan jihad fisik.  

Menurut Armas, biasanya Imam al-Ghazali yang digelar dengan Hujjatul Islam dikritik termasuk oleh para pengagumnya, karena tidak mengumandangkan jihad ketika berkecamuknya Perang Salib, sufisme dijadikan faktor utama kesalahan al-Ghazali. 

Adian, tegas Armas memiliki penilaian yang berbeda dengan menunjukkan bahwa, Imam al-Ghazali sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam Perang Salib. Buktinya, al-Ghazali banyak mewarnai pemikiran Syaikh Ali ibn Tahir al-Sulami al-Nawal (1039-1106) penulis Kitab al-Jihad sekaligus tokoh yang aktif menggalang jihad melawan Salibis.  

Sementara hadir Muhsin Labib, MA  dari (Islamic Cultur Center) sekaligus pembicra mengatakan, buku Hegemoni Kristen-Barat ini berangkat dari kegelisahan Adian dalam melihat perkembangan Perguruan Tinggi Islam yang memunculkan pemikiran dan gerakan-gerakan aneh. Seperti di IAIN Bandung, Yogyakarta maupun Semarang, apalagi UIN Jakarta.  

Menurut Muhsin, mereka tidak mengkritik al-Quran, dan tidak memonopoli tafsir terhadap al-Quran. Itu hanya luapan yang tidak tulus dan hanya ekspresi anak muda untuk pembaharuan. “Gerakan itu tidak perlu dikhawatirkan. Kita seharusnya tidak selalu menggeneralisir terhadap seluruh yang berbau Barat Kristen. Akan tetapi saling menghargai perbedaan.” ANI

Komentar»

1. topit@nad - Desember 12, 2007

Kita harus selalu waspada terhadap pengaruh Budaya Barat.

2. topit@nad_ptrk - Desember 12, 2007

Budaya Barat, makin hari semakin meresahkan kita sebagai orang awam akan akan perkembangan budaya itu sendiri. Tanamkanlah Nilai KEIMANAN yang tinggi terhadap anak-anak kita, keluarga & lingkungan kita. karena mereka yang akan menhadapi itu semua di masa mendatang sebagai Generasi penerus. Jangan tunda lagi. Tetap WASPADA. trim’s

Wass,..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: